Kaidah-kaidah Utama tentang Asma dan Sifat Allah

Saturday, May 14, 2011
Disini saya akan menjelaskan Asma` dan sifat yang merupakan bagian dalam tauhid, (selain Tauhid Rububiyah dan Tauhid Uluhiyyah), yang maknanya adalah beriman kepada nama-nama Allah  dan sifat-sifat-Nya sebagaimana diterangkan dalam al-Qur`an dan Sunnah Rasul-Nya menurut apa yang pantas bagi Allah  tanpa 4 hal sebagai berikut;
  • Tahrif (mengubah lafazh dan membelokkan makna sebenarnya). 
  • Ta'thil (pengingkaran seluruh atau sebagian sifat dan Dzat Allah ). 
  • Takyiif (menanyakan bagaimana Allah ).
  • Tamtsil (menyerupakan Allah  dengan makhluk-Nya). 
Dalam hal ini Allah  berfirman:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَىْءُُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Asy-Syura:11)"
Hal ini menunjukkan apabila kita mengenal Asma`ul Husna dengan bersungguh-sungguh, menghafal, kemudian memahami maknanya serta beribadah kepada Allah  maka akan menjadi penguat iman yang paling besar, bahkan mengenal Asma` dan sifat-Nya merupakan dasar iman, di mana iman seseorang itu kembali kepada dasar yang agung ini.
Berdasarkan hal tersebut, dalam kesempatan ini kami menulis beberapa kaidah penting tentang asma dan sifat Allah  yang dikutip dari beberapa kitab, sebagai berikut;
  • kitab 'al-Qawa'idul Mutsla fil asma`i wash shifat karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin.
  • kitab Syarh asma`ilhusna fii dhauil kitaab wass sunnah, karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani.
  • kitab Faidah Jalillah fi Qawa'idil Asma`il Husna, karya Ibnul Qayyim. 
Dengan harapan semoga kutipan singkat ini bermanfaat bagi kita semua -kaum muslimin- yang mengharapkan ridha Allah .
Allah  berfirman:
وَللهِ اْلأَسْمَآءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul husna itu. (QS. Al-A'raaf:180)
Doa yang disebutkan dalam ayat di atas mengandung doa masalah dan doa ibadah. Doa masalah adalah memohon kepada Allah I diawali dengan menyebutkan nama yang sesuai dengan satu atau beberapa nama dari nama-nama-Nya. Seperti mengatakan:

يَا غَفُوْرُ اغْفِرْلِي, يَارَحِيْمُ ارْحَمْنِي, يَاحَفِيْظُ احْفَظْنِي
"Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah aku. Ya Allah Yang Maha Pengasih, kasihilah aku. Ya Allah Yang Maha Pelindung, lindungilah aku."
Sedangkan yang dimaksud dengan doa ibadah adalah melaksanakan ibadah kepada Allah  berdasarkan Asma`ul Husna ini. seperti :
  • kita bertaubat kepada Allah  karena Dia Maha Penerima Taubat.
  • berdzikir dengan-Nya karena Dia Maha Mendengar.
  • beribadah dengan raga karena Dia Maha Melihat, dengan seterusnya.
Mengingat pentingnya masalah asma` dan sifat ini, banyak umat Islam yang membicarakannya. Ada yang sesuai dengan al-Qur`an dan Sunnah dan hanya inilah golongan yang benar dan diridhai Allah , ada yang menyimpang dari jalan yang lurus dengan menolak semua asma dan sifat Allah , ada yang menerima sebagian sifat Allah  dan menolak sebagian yang lain, ada pula yang memalingkannya dari makna yang sebenarnya. Di antara kaum yang menyimpang itu, ada yang karena salah dalam memahami dalil, ada yang karena bodoh, dan ada pula yang hanya karena berdasarkan ta'ashshub buta. Dan agar kita tidak terjerumus ke jalan yang menyimpang.

Berikut ini beberapa kaidah penting yang berkenaan dengan asma` dan sifat Allah

  1. Seluruh Asma Allah  adalah husna, artinya Maha Indah. baca
  2. Asma` Allah  adalah nama dan sifat. baca
  3. Asma Allah , jika menunjukkan pengertian transitif (muta'adii), maka mengandung tiga hal: baca
  4. Asma` Allah adalah tauqifiyyah, yaitu berdasarkan pada wahyu, akan tidak mempunyai peran di dalamnya. baca
  5. Asma` Allah tidak terbatas pada bilangan tertentu, berdasarkan sabda Rasulullah r: baca
  6. Ilhad (mengingkari) asma` Allah  ialah tindakan menyelewengkan asma` dari kebenaran yang wajib dilaksanakan terhadapnya. baca
  7. Dilalah Asma`ul Husna. baca
  8. Asma` Allah dan sifat-sifat-Nya hanya untuk-Nya, dan persamaan nama tidak menunjukkan persamaan yang diberi nama. baca
  9. Urutan menjaga (menghapal, memahami dan mengamalkan) Asma` Allah I Yang Maha Indah. Barangsiapa yang menjaganya niscaya masuk surga. baca
sumber

بدائع الفوائد: للإمام ابن القيم الجوزية
القواعد المثلى فى الأسماء والصفات : الشيخ محمد صالح العثيمين
شرح أسماء الحسنى فى ضوء الكتاب والسنة: الشيخ سعيد القحطاني

bagaimana pendapat nada mengenai " Kaidah-kaidah Utama tentang Asma dan Sifat Allah "
apakah kaidah-kaidah tersebut sudah sesuai???